menu melayang

Kamis, 06 Mei 2021

Menjaga dan Meningkatkan Ibadah Melalui #RamadandiRumah (RdR)

 

sumber: https://jabarnews.com/read/77033/pemkab-bekasi-canangkan-program-maghrib-mengaji

Media Center PKN STAN - Bulan Ramadan 1442 H tiba saat pandemi Covid-19 belum juga usai di Indonesia. Mahasiswa PKN STAN pun masih menjalankan kegiatan perkuliahan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Masjid Baitul Maal (MBM) sebagai Lembaga Keagamaan PKN STAN untuk memeriahkan dan menghidupkan nuansa bulan ramadan. Kegiatan Gema Ramadan 1442 Hijriyah menjadi media bagi Masjid Baitul Maal (MBM) untuk menyuguhkan kegiatan-kegiatan positif selama bulan ramadan. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah #RamadandiRumah (RdR).

#RamadandiRumah merupakan acara utama pada Gema Ramadan 1442 H yang pelaksanaannya memanfaatkan fasilitas grup whatsapp sebagai tempat untuk saling berbagi dan mengingatkan sepanjang bulan ramadan. Kegiatan ini diawali dengan proses registrasi. Peserta diharuskan mengisi data diri pada formulir google form yang disediakan oleh panitia kemudian dilanjutkan dengan memilih level target ibadah (mutaba’ah) atau juga disebut Ramadan Goals yang terdiri dari easy, medium, dan hard.

Target harian yang harus dilaksanakan oleh peserta mencakup beberapa amalan ibadah seperti shalat dhuha, salat rawatib, shalat tarawih, dan tilawah Al-Qur’an. Untuk memantau target harian tersebut, peserta dimasukkan ke grup whatsapp oleh panitia dan masing-masing grup tersebut terdapat panitia yang menjadi penanggung jawab sekaligus mengingatkan para peserta untuk selalu konsisten memenuhi target harian yang telah mereka pilih saat proses registrasi.

Untuk mekanisme pelaporan target harian, panitia telah menyediakan tiga google form yang harus diisi oleh peserta sesuai dengan level target yang mereka pilih. Panitia akan merekap data hasil pelaporan dan menyampaikan capaian Ramadan Goals peserta tiap minggunya sebagai bentuk evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan ibadahnya kembali.

Kegiatan #RamadandiRumah sendiri terbilang cukup sukses dan mendapatkan antusiasme yang cukup besar karena berhasil menerima 129 peserta dan itu telah melebihi target yang direncanakan oleh panitia yaitu sebanyak seratus peserta. Pesertanya pun tidak hanya dari mahasiswa PKN STAN saja karena acara ini memang dibuka untuk umum. Bahkan ada peserta yang berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD). Ia adalah Rafif, yang mengaku tertarik untuk mengikuti acara ini setelah ditawari oleh kakaknya. Rafif juga menjelaskan kepada salah satu reporter Media Center PKN STAN saat sesi wawancara bahwa ia berharap bisa menambah amal saleh dan ilmu agamanya dengan keikutsertaannya dalam acara ini.

Antusiasme yang tinggi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi panitia meskipun tantangan dan kendala juga kerap kali mereka hadapi. Soraya, selaku Penanggung Jawab (PJ) acara RdR menyampaikan bahwa tantangan terbesarnya adalah kemungkinan adanya miskomunikasi menjadi lebih besar karena acara ini dilaksanakan secara daring. Kemudian kendala terkait RdR sendiri ada pada saat proses perekapan target harian peserta yang menggunakan fitur google spreadsheet, tetapi kendala tersebut masih bisa diatasi.

Selain berfokus pada pemenuhan target harian, peserta #RamadandiRumah juga mendapatkan beberapa fasilitas lain untuk mendorong peningkatan ibadah mereka, seperti:

1.      Daily Inspiration, suplemen harian berupa hadits atau quotes islami untuk menambah wawasan dan menggugah semangat dalam beribadah selama bulan Ramadan,

2.      One Minute Booster, video singkat berdurasi satu menit berisi tausyiah singkat untuk meningkatkan semangat dalam berbuat kebaikan,

3.      Klinik Qur’an, media bagi peserta #RamadandiRumah untuk belajar memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an (Tahsinul Qur’an) bersama pengajar dari Rumah Qur’an (RQ) STAN.

 

Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an di Klinik Qur’an

Klinik Qur’an sebagai salah satu fasilitas yang didapatkan peserta Ramadan di Rumah memiliki manfaat yang cukup besar. Peserta bisa berkonsultasi dengan pengajar dari RQ STAN mengenai tajwid, makhraj, dan hal lain yang belum mereka pahami dengan baik untuk menyempurnakan kualitas bacaan Al-Qur’an. Klinik Qur’an diselenggarakan sebanyak empat kali selama bulan Ramadan dan di setiap pertemuannya diberikan tiga sampai empat surah untuk dipelajari.

Teknisnya diawali dengan pengajar yang membagikan murottal beberapa surah yang telah ditentukan untuk dipeajari terlebih dahulu. Kemudian, peserta mengirim rekaman tilawah beberapa surah tadi di grup whatsapp atau juga bisa menggunakan fitur voice note secara langsung. Dari rekaman atau voice note tersebut, pengajar akan mengomentari dan mengoreksi bacaan Al-Qur’an peserta melalui private chat. Alur kegiatan tersebut berlangsung dalam jangka waktu satu hari.

Hari selanjutnya, diadakan zoom meeting oleh panitia di mana para peserta nantinya akan mentalaqqikan kembali bacaann surahnya. Panitia membagi zoom meeting menjadi beberapa room agar lebih efisien waktu. Setiap room terdapat pengajar yang siap mendampingi peserta. Saat peserta mentalaqqikan bacaannya, pengajar diperkenankan untuk mengoreksi kembali apabila masih ada bacaan yang kurang tepat dan perlu dikoreksi. Klinik Qur’an ini menjadi salah satu kegiatan yang banyak mendapatkan respon positif. Seperti yang disampaikan oleh Cytra, salah satu peserta Ramadan di Rumah, “Kegiatan yang cukup menarik itu klinik Qur’an, karena jadi ajang buat memperbaiki bacaan. Kalau menurutku,” kata Cytra, salah satu peserta Ramadan di Rumah.

Gema Ramadan 1442 H dengan salah satu kegiatannya, #RamadandiRumah, telah terbukti banyak memberikan manfaat yang pada intinya mengajak civitas academica PKN STAN dan umat muslim lainnya untuk berbuat kebaikan.  “Dengan mengikuti acara #RamadandiRumah itu, yang pasti kamu dapat teman baru, dapat pengalaman baru, dan dapat belajar Al-Quran gratis dari pengajar RQ-kan. Terus lebih fokus dengan target, karena di grup sudah ada yang mengingatkan, terus ada teman-teman yang secara tidak langsung memotivasi kita, ketika mereka laporan, pasti akan sadar, loh kok aku belum laporan ya?” ungkap Nisfi, salah satu panitia Gema Ramadan PKN STAN 1442 H.

Selain #RamadandiRumah, masih ada kegiatan-kegiatan lain dari Gema Ramadan 1442 H yang tidak kalah menariknya dan mempunyai manfaat yang besar di bidang pendidikan dan sosial, seperti Kongkow Spesial Ramadan dan Kurma (Kajian Ukhuwah Ramadan) yang berupa kajian mengenai suatu isu tertentu, Podcast yang berisi pengalaman-pengalaman mahasiswa inspiratif PKN STAN, pembagian makanan untuk sahur dan berbuka di sekitar Masjid Baitul Maal (MBM), dan kegiatan perlombaan baik daring maupun luring yang bernama Gema Ramadan Competition.

 

Reporter           : Sri Mulyani, Aditya Saputra, Gilar Angga Y, Avianda Rahma S

Penulis             : Novenda Rian P

Editor               : Aqlis Muqorobin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel