menu melayang

Jumat, 03 Desember 2021

Microsleep: Tidur Kilat yang Bisa Berakibat Fatal


Sumber: harianrakyat.com

Mengantuk saat beraktivitas memang menjengkelkan, apalagi jika aktivitas tersebut memerlukan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Alhasil, banyak orang kemudian  memaksakan diri untuk tetap terjaga dari kantuknya. Tapi, pernahkah kamu ketika tengah memaksakan diri untuk tetap terjaga tiba-tiba kehilangan fokus dan tertidur secara tidak sadar? Jika pernah, berarti kamu sedang mengalami microsleep.

Microsleep bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Meskipun terjadi dalam waktu yang singkat, microsleep tetap tidak bisa dianggap sepele karena dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal. Contohnya ketika sedang berkendara, mengoperasikan alat berat atau dokter yang sedang melakukan operasi, apabila mengalami microsleep tentu dapat menyebabkan masalah yang cukup fatal.

Apa itu Microsleep?

Microsleep adalah suatu kondisi/kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa mengantuk, sehingga memungkinkan seseorang untuk tertidur secara tiba-tiba dan dalam waktu yang sangat singkat, yakni sekitar satu detik hingga dua menit yang disertai dengan sentakan kepala yang keras.

Pada umumnya, microsleep dapat terjadi bila kita melakukan pekerjaan yang monoton, seperti ketika sedang berkendara atau bekerja di depan layar komputer atau smartphone dalam waktu yang lama. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang mengalami microsleep, diantaranya sebagai berikut.

1.                  Gangguan tidur. Otak menjadi kurang konsentrasi pada siang hari bisa disebabkan oleh gangguan tidur yang mengakibatkan menurunnya kuantitas dan kualitas waktu tidur, seperti insomnia dan sleep apnea.

2.                  Kerja shift malam atau bergadangBila kita sering bekerja pada shift malam, salah satu risikonya adalah bisa mengurangi waktu tidur kita. Microsleep sangat mungkin terjadi pada masa transisi waktu tidur ini.

3.                  Memiliki utang tidur. Bila kita sering tidur malam kurang dari 6 jam dapat menyebabkan timbulnya utang tidur. Banyaknya utang tidur yang kita miliki dapat meningkatkan risiko mengalami microsleep sewaktu-waktu.

4.                  Pengobatan. Salah satu efek samping dari meminum obat-obatan adalah mengantuk. Bila tubuh kita kurang tidur, maka efek samping tersebut juga bisa menyebabkan rasa kantuk yang parah.

Fenomena microsleep atau tidur singkat ini juga bisa dialami oleh mahasiswa ketika belajar di kelas. Fenomena ini sering kali terjadi baik sebelum maupun setelah pandemi. Ketika di kelas offline, banyak ditemui mahasiswa yang tertidur atau tiba-tiba badannya tersentak akibat mengantuk. Pun ketika pandemi dan pembelajaran berlangsung secara online, masih banyak dijumpai mahasiswa yang tertidur di depan kamera saat kelas berlangsung.

Jika diamati, hal ini terjadi karena mahasiswa kurang memiliki waktu tidur yang cukup. Kebanyakan dari mereka tidur di atas jam 12 malam, entah itu untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk ataupun melakukan hal lain. Hal ini menyebabkan keesokan harinya, mereka menjadi tidak fokus memperhatikan materi yang disampaikan dosen karena mengantuk.

Selain karena waktu tidur yang kurang, microsleep yang dialami mahasiswa juga diakibatkan karena rasa bosan. Rasa bosan yang dialami mahasiswa ini diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya karena materi yang dianggapnya kurang menarik, cara mengajar dosen yang cenderung menjelaskan secara berulang-ulang, dan lain-lain.

Cara Mencegah Microsleep

Melihat kondisi yang terjadi di kalangan masyarakat maupun mahasiswa, sejatinya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah tidur ketika tubuh secara biologis telah memerintahkan kita untuk beristirahat. Maka dari itu, cara yang paling efektif adalah dengan melakukan berbagai upaya pencegahan sebelum microsleep itu terjadi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

1.                  Tidur yang cukup setiap hari. Cara terbaik untuk menghindari microsleep adalah dengan tidur yang cukup. Jika memang merasa kurang tidur, maka prioritaskan untuk beristirahat. Untuk orang dewasa, jam tidur ideal berkisar antara 7-9 jam, remaja sekitar 8-10 jam, sedangkan lansia sekitar 7-8 jam dalam sehari. Kebiasaan tidur dengan waktu yang ideal ini akan membantu kita untuk tetap produktif menjalani hari tanpa merasa kelelahan.

2.                  Melakukan power nap. Power nap adalah tidur singkat dalam kisaran waktu 15-20 menit demi mengisi daya energi yang sebelumnya terkuras. Dengan melakukan hal ini, kita bisa lebih fokus untuk waktu yang lebih lama meski jam tidur berkurang. Namun power nap juga tetap harus dikendalikan. Karena jika kita tidur lebih dari 20 menit, maka akan memberikan dampak sebaliknya, yakni semakin merasa mengantuk dan kelelahan.

3.                  Berbincang dengan orang lain. Berbagai studi mengatakan bahwa percakapan dengan orang lain dapat mengurangi rasa kantuk. Hal ini terjadi karena berbicara dengan orang lain akan membuat kita membutuhkan konsentrasi yang tinggi, sehingga kita akan berusaha untuk mengikuti alur pembicaraan. Apalagi topik yang dibicarakan adalah topik yang seru dan menarik, tentu kita akan lebih bersemangat untuk berbincang dan melupakan rasa kantuk tersebut.

4.                  Mengonsumsi minuman berkafein. Mengonsumsi minuman berkafein tidak ada salahnya jika memang kurang tidur. Namun, tetaplah perhatikan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya karena kafein baru akan memberikan efek sekitar 30 menit setelah dikonsumsi. Selain itu, tidak disarankan untuk mengonsumsinya menjelang tidur. Karena hal itu akan membuat kita kesulitan tidur dan semakin merasa mengantuk di keesokan harinya.

5.                  Lakukanlah Stretching. Stretching atau peregangan ringan sangat perlu untuk dilakukan. Peregangan ringan yang dapat dilakukan−terutama untuk mahasiswa yang terkadang merasa kelelahan ketika belajar−yakni dengan cara peregangan bahu, leher, serta juga bisa memutar badan ke samping kanan dan kiri. Hal ini dapat memberikan manfaat agar badan tetap fit dan tidak mudah lelah.

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/microsleep-tidur-singkat-yang-membahayakan-kesehatan

https://hellosehat.com/pola-tidur/gangguan-tidur/microsleep/

https://www.cantika.com/read/1525587/jangan-sepelekan-microsleep-simak-tanda-dan-cara-mencegahnya

https://www.kompasiana.com/vivi2509/5bcfd63b43322f4b481dd2f7/4-alasan-mahasiswa-suka-tidur-saat-jam-perkuliahan

Kontributor: Aditya Saputra, Aix Septiawan, dan Intan Fitri

Editor: Galih Bayu

Related Post

Back to Top

Cari Artikel