menu melayang

Minggu, 20 Oktober 2019

Kantin Parma: Wajah Baru, Tabiat Lama





Memasuki semester baru, beberapa perbaikan dilakukan kampus PKN STAN, salah satunya pada Kantin Parma. Perbaikan dilakukan dengan memasang keramik baru pada lantai, mengecat ulang tembok, mengganti meja dan kursi, hingga membersihkan area lapak yang ada. Banyak respons positif yang datang dari mahasiswa, terutama untuk meja dan kursi yang sekarang terpisah sehingga lebih mudah untuk diatur. Namun, apakah dengan perbaikan-perbaikan tersebut Kantin Parma sudah cukup nyaman untuk digunakan? Mari kita temukan jawabannya melalui fakta-fakta berikut.

Masalah Sampah Bekas Makan dan Minum
Setiap orang menginginkan tempat makan yang bersih, higienis, dan juga nyaman. Jika dilihat dari fasilitas, Kantin Parma sebenarnya sudah cukup bersih dan juga tertata dengan baik. Namun, yang sering mengganggu adalah sampah-sampah bekas makan dan minum yang tercecer di atas meja. Sampah-sampah yang ditinggalkan memberi kesan jorok pada meja yang akan ditempati. “Ya lihatnya jijik sih, mau kita beresin kan juga males banget, itu bukan sampah kita,” ujar salah satu mahasiswa.

Sebenarnya sudah disediakan beberapa tempat sampah di area kantin, namun budaya untuk membersihkan sampah sendiri rupanya masih perlu ditumbuhkan pada sivitas akademika PKN STAN. “Agak malas ya, itu kan soalnya warung-warung pada antre jadi nanti susah juga mau balikin piringnya harus lewatin antrean dulu. Sedangkan kadang kita harus segera masuk kelas kembali,” ungkap seorang mahasiswa.
Hal yang biasa dilakukan pengunjung adalah meminta bantuan para penjual untuk membersihkannya. Padahal, seharusnya tiap pengunjung dapat membersihkan sampahnya sendiri tanpa harus diingatkan. “Harusnya tiap orang yang habis makan mengembalikan piringnya ke penjual tempat dia beli, terus untuk bekas minuman bisa dia buang sendiri ke tempat sampah, gitu sih harusnya,” tanggapan salah satu pengunjung kantin.

Lalu solusi apa yang bisa ditawarkan? Akan lebih baik jika tiap warung disediakan rak tempat piring kotor di depannya sehingga pengunjung tahu kemana piring kotor itu harus kembali. Selain itu, dengan adanya rak juga akan memudahkan penjual untuk mencuci piring-piring kotor tanpa harus keliling lagi untuk mengambil piring satu per satu. Namun, solusi yang paling mendasar dari masalah ini adalah kesadaran tiap individu untuk membersihkan sampahnya sendiri. Karena kantin akan tetap kotor apabila tidak ada kesadaran dan kemauan untuk memulai, meskipun sudah ada fasilitas yang lengkap. Untuk itu, mari kita ubah kebiasaan kita dan jadikan lingkungan kita lebih bersih!

Asap Rokok di Area Kantin
Kampus PKN STAN adalah area bebas asap rokok dan hal tersebut sudah diatur dalam tata tertib kuliah. Namun, tetap saja ada oknum yang merokok di kantin. Walau jarang ditemukan, asap rokok tersebut tetap mengganggu kenyamanan, bahkan kandungan racun didalamnya juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Iya pernah saya melihat orang yang merokok di Parma, terutama yang sering di bagian barat. Sangat disayangkan ya padahal kan sudah ada peraturan dilarang merokok di kampus,” ujar seorang mahasiswa. Sayangnya lagi adalah sikap pengunjung lain yang segan atau takut untuk menegur oknum perokok tersebut padahal sudah jelas apa yang mereka lakukan adalah salah. “Kalau saya sendiri jujur gak berani negur, karena orang-orang yang merokok terlihat lebih senior dari saya dan saya lebih milih diam,” tambahnya.

Sungguh miris jika melihat kenyataan bahwa para pengunjung tidak dapat memperoleh haknya hanya karena sikap “sungkan” untuk menegur orang lain. Terlebih lagi jika orang yang merokok adalah orang yang bagi beberapa mahasiswa terlihat “lebih senior” maka seharusnya orang tersebut dapat memberi contoh yang lebih baik. Satu hal lagi yang menjadi perhatian adalah tidak adanya papan peringatan atau sejenisnya yang menuliskan bahwa area kampus adalah area bebas asap rokok. Dengan adanya peringatan seperti itu akan lebih meningkatkan kesadaran tiap pengunjung agar tidak merokok di sembarang tempat.

Perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang dimulai dari diri sendiri. Kita semua menginginkan lingkungan yang bersih dan sehat. Tidak hanya di area Kantin Parma, tapi juga dimanapun. Seharusnya kita sadar bahwa sampah dan asap rokok adalah hal yang sangat merugikan orang lain. Maka, hargailah hak orang lain dengan tidak meninggalkan sampah dan merokok sembarangan di tempat umum.

Related Post

Back to Top

Cari Artikel