menu melayang

Senin, 09 Desember 2019

Debat Publik Bea Cukai : Sinergi Mahasiswa Korsa


Rabu (04/12/2019), Debat Publik sebagai lanjutan dari Mimbar Bebas Jurusan Kepabeanan dan Cukai (Bea Cukai) telah dilaksanakan. Acara yang bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut terkait visi, misi dan program pasangan calon (paslon) ketua dan wakil ketua Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (KMBC), dengan paslon nomor urut satu yaitu Rizki Fajardinarta – Jalal Maulana Rizqi serta Ahmad Fauzi dan Valentinus Ezra Rizky Cakasana sebagai paslon nomor urut dua.

Rangkaian kegiatan Debat Publik dimulai dengan pemaparan visi dan misi oleh masing-masing paslon, dilanjutkan tanya jawab antara Panelis yaitu I Wayan Karmana, Dosen Jurusan Bea Cukai, bersama Agung Wicaksono, Ketua KMBC periode 2018/2019 dan kedua paslon. Dari sesi tanya jawab tersebut, kedua paslon ditanya mengenai integrasi antara mahasiswa Reguler dan mahasiswa Alih Program (AP) di jurusan Bea Cukai serta keterbatasan yang dihadapi oleh jurusan.

Menanggapi hal tersebut, masing-masing paslon memiliki pandangan berbeda. Paslon nomor urut satu menjelaskan bahwa mereka berencana menyelenggarakan event untuk sinergi antara mahasiswa Reguler dan AP, salah satunya Forum Grup Discussion dengan harapan meminimalisasi adanya mispersepsi. Dalam keadaan riil apabila rencana ini ke depannya belum berjalan sesuai harapan, mereka akan melakukan evaluasi dengan cara open question melalui  Google Form.

Sedangkan solusi yang ditawarkan oleh paslon nomor urut dua mengenai permasalahan ini ialah melibatkan mahasiswa AP dalam kepanitiaan dengan harapan akan meningkatkan relasi antar mahasiswa. Selain itu, Fauzi – Ezra merencanakan untuk membuat acara-acara kecil, sedangkan dalam bidang akademis akan diselenggarakan tentir dengan mahasiswa AP sebagai tentornya. Kemudian, terkait tindakan preventif mengenai program-program yang akan dilakukan, mereka mengatakan akan melakukan perencanaan secara matang terlebih dulu terkait kegiatan tersebut melalui seminar, olahraga bareng, buka bersama dan evaluasi berkala mulai Januari mendatang.

Namun pemaparan dari para paslon tersebut ditanggapi oleh Agung, ia mengatakan bahwa sebenarnya hal ini sudah pernah dilakukan sehingga menurutnya perlu dilakukan inovasi yang nyata, terlebih untuk kegiatan non formal. Menjawab terkait inovasi nyata tersebut, paslon nomor urut dua berencana akan melakukan bincang bareng seperti bincang senja, mirip dengan yang sudah pernah dilakukan oleh BEM. Di sisi lain, paslon nomor urut satu menyatakan mereka akan membentuk kelompok kecil yang berisikan mahasiswa AP dan Reguler dengan harapan kelompok kecil ini sebagai forum diskusi serta studi melalui jalan-jalan ke Kanwil atau kantor DJBC di sekitar Jabodetabek. Akan tetapi, panelis menanggapi kembali bahwasanya studi ke kanwil atau kantor DJBC tersebut sudah ada dalam RPS.

Beralih ke permasalahan keterbatasan KMBC, para paslon diminta memberikan inovasi dan solusi atas permasalahan ini terutama mengatasi keterbatasan sumber daya manusia yang berkaitan dengan program-program mereka. Menanggapi hal ini, Rizki – Jalal fokus untuk menampung aspirasi dari mahasiswa jurusan Bea Cukai sedangkan Fauzi – Ezra lebih condong untuk melanjutkan program dari masa sebelumnya tanpa gebrakan inovasi tertentu.

Selanjutnya, terkait permasalahan integrasi lingkungan keorganisasian KMBC, solusi dari paslon nomor urut satu adalah memfokuskan KMBC pada tujuan organisasinya sehingga baik antara himpunan, organisasi keagamaan jurusan (IMMBC) maupun angkatan akan secara otomatis sejalan dengan tujuan KMBC. Solusi berbeda ditawarkan oleh paslon nomor urut dua, mereka merencanakan untuk membentuk departemen tertentu yang melibatkan organisasi keagamaan jurusan dan angkatan dalam KMBC.

Menutup rangkaian Debat Publik, masing-masing paslon diberi kesempatan untuk menyampaikan closing statement berupa harapan dan himbauan mereka kepada audiens. Pada closing statementnya Rizki – Jalal menyampaikan bahwa melalui kegiatan Debat Publik inilah mahasiswa Bea Cukai dapat mengenali calon pemimpin himpunannya kelak. Kemudian, paslon nomor urut dua kembali menyampaikan inovasi dan perubahan apa yang dibutuhkan KMBC. “Perubahan-perubahan tersebut juga memerlukan agen perubahan dan paslon 2 lah orangnya.” tutup Fauzi – Ezra.


Kontributor : Aridha N, Mutia Qonita, XX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel