menu melayang

Rabu, 04 Desember 2019

Mimbar Bebas, Panggung Perdana Calon Pemimpin KMP




Masa kampanye telah dimulai. Para pasangan calon (paslon) beradu untuk menjaring suara mahasiswa, salah satunya melalui Mimbar Bebas. Senin (2/12), diselenggarakan Mimbar Bebas pertama untuk paslon Ketua dan Wakil Ketua Keluarga Mahasiswa Pajak (KMP) di bendungan PKN STAN mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Rangkaian pelaksanaan Mimbar Bebas ini dimulai dengan pemaparan visi dan misi para paslon, tanya jawab dengan audiens, dan ditutup dengan closing statement dari tiap paslon. Paslon nomor urut satu adalah Muhammad Rizky Ramadhan dan Akbar Anugerah Pratama, sedangkan paslon nomor urut dua adalah Alifan Bayu Mandanggoro dan M. Alkhilal Ramadhoni.

Setelah penyampaian visi misi, sesi tanya jawab dimulai dengan pertanyaan dari salah satu mahasiswa D-3 Pajak Alih Program yang menanyakan tentang bagaimana kiat mengajak mahasiswa Alih Program (AP) untuk lebih aktif dan program apa yang paslon tawarkan untuk memaksimalkan kehadiran mahasiswa AP dalam hal pembekalan terhadap mahasiswa reguler. Mendapat kesempatan menjawab terlebih dahulu, paslon nomor urut satu menyampaikan bahwa program kerja mereka terkait hal itu adalah rapat koordinasi. Rapat koordinasi tersebut akan melibatkan seluruh angkatan, baik regular maupun AP. Dengan adanya rapat koordinasi, diharapkan bisa saling sharing dan diskusi tentang masalah juga pengalaman mahasiswa AP. Program ini mirip dengan program yang sudah dijalankan di kepengurusan KMP sebelumnya, yaitu program kakak mentor.

“Untuk tahun kemarin sudah sangat baik namun memang ada potensi yang bisa dikembangkan lagi dan kami akan mengembangkan potensi tersebut,”  tambah paslon nomor satu.

Di sisi lain, paslon nomor urut dua mengenalkan program unggulan mereka, Tax Carrier Path, untuk mengatasi permasalahan mengenai keterlibatan mahasiswa AP secara spesifik. “Kami mendapat insight dari kakak-kakak AP, mereka sangat ingin berkontribusi juga dalam KMP, tetapi perlu ditambah lagi. Kakak-kakak AP ini ingin dekat juga dengan adik-adiknya. Dari insight tersebut, kami punya program unggulan, yaitu Tax Carrier Path, untuk mahasiswa reguler dengan tujuan terfokus pada keprofesian yang tidak didapat di kelas. Contoh, bagaimana alur bekerja di KPP. Di sini kami membutuhkan peran kakak-kakak AP,” tegas paslon nomor dua.

Selain Tax Carrier Path, paslon nomor dua juga mengajukan pengadaan LKS sesuai dengan salah satu misi mereka terkait simultax plus. “Hal ini berawal dari keresahan kami karena waktu SMA kita ada LKS, dibawa ke publik setuju. Ketika kami berdialog dengan kaprodi, beliau sangat mendukung dan optimis bahwa dosen akan membantu untuk pengadaan bank soal. Kami masih membuka aspirasi untuk perilisan atau pengadaannya akan softfile atau hardfile karena semuanya ada plus dan minus-nya sendiri,” jawab paslon nomor dua menanggapi pertanyaan salah satu audience terkait sistem simultax plus.

Terakhir, masing-masing paslon memberikan closing statement mereka.

 “KMP di sini tidak hanya kami berdua, tapi KMP adalah kita semua, mahasiswa/i jurusan pajak seutuhnya. KMP tidak hanya bisa berjalan dengan pengurusnya saja tapi dengan seluruh mahasiswa jurusan pajak. Kami yakin teman-teman di sini tidak hanya mau perubahan tapi juga mau merubah jurusan pajak ke arah yang lebih baik lagi. Maka dari itu, untuk jurusan kita mari bekerja sama, satukan pikiran, semangat, dan suara kita demi pajak satu jiwa,” tutup paslon nomor satu.

Senada dengan closing statement paslon nomor satu, paslon nomor dua juga menegaskan bahwa mereka tidak bisa melaksanakan semua program mereka sendiri, butuh dukungan dari semua elemen dan kekuatan mahasiswa jurusan Pajak.

“Di jurusan Pajak ada banyak elemen dan kekuatan. Kita harus bisa menyatukan kekuatan itu. Siapa yang bisa menyatukan? Ya kita semua. Jadi di sini kami mengajak teman-teman semua untuk berjuang demi jurusan pajak. Siapapun yang menang nanti, mari kita dukung dan tetap support juga kontrol program yang ada,” tambah paslon nomor dua.

Kontributor: Surono, Wilna Liana Az Zahra, Raisha Andini, Annisa Rahmi Pusparini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel