menu melayang

Rabu, 15 Januari 2020

#KenaliPilihanmu : Ada Harapan bersama Aan dan Difta



Ada Harapan, sebuah akronim dari kedua nama pasangan calon (paslon) nomor satu, yakni Aan Tri Fahtiar dan Diftania Fika Maulidya. Kedua mahasiswa D III Kebendaharaan Negara 2018 ini bisa dibilang memiliki keunikan tersendiri lantaran tidak seperti paslon lainnya yang memiliki pasangan dengan gender yang sama. “Ini juga bisa menjadi keberagaman, seperti perempuan itu bisa menjadi pemimpin. Nggak usah takut, walaupun seperti yang kita tahu bagaimana stigma masyarakat terkait seorang perempuan yang menjadi pemimpin,” ujar Difta ketika ditanya mengenai keunikan mereka.

Sekalipun paslon nomor satu ini terlihat memiliki cukup banyak perbedaan, tetapi keduanya sepakat bahwa kehadiran Himamankeu bagi mahasiswa jurusan Manajemen Keuangan sangatlah penting. Himamankeu menjadi wadah baik aspirasi, sumber dayanya sendiri, ataupun memberikan jembatan bagi mahasiswa dengan pihak-pihak di jurusannya.

Sosok Pemimpin bagi Aan - Difta
Keduanya sependapat terkait sosok pemimpin yang dibutuhkan Himamankeu saat ini adalah pemimpin yang bisa merangkul mahasiswa jurusan Manajemen Keuangan, mampu bergaul dengan mereka, serta memiliki hubungan kekeluargaan yang baik. Selain itu, sosok pemimpin juga harus memiliki 21st century skills, yakni critical thinking, collaboration, social dan lain-lain.

Keunikan paslon “Ada Harapan” ini pun tak lepas dari visi, misi, dan program yang akan dicanangkan keduanya. Salah satunya adalah visi yang mengangkat tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengabdian masyarakat. Adapula Clarity Project, yakni pemaksimalan lagi program We Care serta pelaksanaan program baru yang mengharuskan mahasiswa untuk terjun langsung ke dalam masyarakat.

Kemudian, terkait aspirasi mahasiswa, akan diadakan fasilitas berupa Pekan Aspirasi yang terdiri dari beberapa kegiatan, salah satunya adalah Sarasehan, dengan mempertemukan jurusan, himpunan mahasiswa, dan mahasiswa sendiri sehingga dapat menyamakan persepsi antara mahasiswa dengan jurusan maupun Himamankeu serta memberikan aspirasi, masukan, dan lain-lain. Selain itu, ada pula penerimaan aspirasi yang dilakukan sebulan sekali secara rutin.

Antara Kekeluargaan dan Profesionalisme
Program lain yang akan menjadi keunikan dari paslon nomor satu ini adalah adanya sharing antar tingkatan mahasiswa, yang juga melibatkan mahasiswa Alih Program (AP). Mahasiswa AP dapat berbagi pengalaman dengan mahasiswa Reguler tingkat tiga terkait prospek mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan dalam dunia kerjanya. Sedangkan, mahasiswa tingkat tiga dapat berbagi tips dan pengalaman kepada mahasiswa tingkat dua tentang bagaimana cara untuk berkontribusi kepada kampus ini. Tidak lupa, mahasiswa tingkat dua juga dapat berbagi pengalaman kepada mahasiswa tingkat satu supaya bisa beradaptasi dengan jurusannya. Keduanya berharap dengan program ini, mulai dari mahasiswa tingkat satu hingga AP dapat mendukung terciptanya rasa kekeluargaan di lingkungan jurusan Manajemen Keuangan.

Bukan hanya kekeluargaan saja yang penting. Aan dan Difta juga berargumen bahwa profesionalisme sama pentingnya dan harus berjalan seiringan karena kekeluargaan tidak bisa serta merta menghilangkan profesionalisme. Sebaliknya karena kekeluargaan lebih dekat, koordinasi dalam menyampaikan suatu hal menjadi lebih mudah, sehingga dari sebuah kekeluargaan bisa menimbulkan profesionalisme.

Terakhir, keduanya pun berpesan kepada para mahasiswa PKN STAN, terutama mahasiswa jurusan Manajemen Keuangan, “Siapapun calon yang akan kalian pilih untuk menjadi pemimpin, percayalah bahwa Pemira ini adalah ajang pendewasaan bagi kita masing-masing. Percayalah bahwa kita satu keluarga dan percayalah bahwa jurusan Manajemen Keuangan akan berjaya. Jangan lupa agar datang ke Pemira pada tanggal 11 Desember 2019, jangan golput! Siapapun pilihan kalian merekalah yang akan menentukan masa depan jurusan kita nanti. Apapun Prodimu, apapun agamamu, apapun ras, apapun warna kulitmu, kita di sini adalah satu. Kita tergabung dalam satu jurusan, yaitu Manajemen Keuangan,” tutup paslon nomor urut satu ini.

Kontributor : Rosyi, Athia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel