menu melayang

Jumat, 15 Maret 2019

Uji Coba MRT : Ubah Jakarta dengan Moda Kelas Internasional




Uji coba publik Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) resmi dimulai Selasa (12/3) kemarin dengan rute perjalanan Lebak Bulus-Bundaran HI. Uji coba kali ini merupakan uji coba pertama yang dibuka untuk publik dan tidak dipungut biaya. Namun, pengunjung harus menunjukkan tiket ketika akan memasuki stasiun. Pengunjung dapat memilih waktu antara pukul 08.00 hingga 16.00 dengan durasi sekitar 2 jam bagi setiap penumpang.  

Beberapa mahasiswi PKN STAN berkesempatan untuk mengikuti uji coba perdana ini dengan rute yang ditempuh mulai dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Perjalanan sejauh 16 km ini, hanya memakan waktu selama kurang lebih 26 menit. MRT Jakarta sendiri melintasi 13 stasiun dimulai dari stasiun layang, yaitu Stasiun Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi-Blok A-Blok M- Sisingamangaraja, serta enam stasiun bawah tanah Senayan-Istora-Bendungan Hilir-Setia Budi- Dukuh Atas, dan berakhir di Bundaran HI.

Fasilitas yang disediakan di beberapa stasiun cukup memadai, seperti toilet, musala, eskalator, dan elevator yang dibangun untuk penumpang dengan kategori prioritas serta penyandang disabilitas. Kebersihan serta kenyamanan stasiun, dapat kita lihat dari raut muka kagum beberapa penumpang ketika singgah di sejumlah stasiun. Relawan yang bertugas di masing-masing stasiun juga menunjukkan sikap yang ramah kepada setiap penumpang yang bertanya. “Stasiunnya bersih sekali, keretanya juga udah canggih walaupun pusing-pusing dikit karena cepet banget jalannya, tapi seneng bisa naik moda transportasi yang keren, dan jangan sampai lah ada tangan jahil yang ngerusak fasilitas sebagus ini,” ujar Lubna, mahasiswi PKN STAN yang mengikuti uji coba perdana ini.

MRT merupakan proyek angkutan transportasi yang diluncurkan sebagai pengurai kemacetan bagi warga Ibu Kota Jakarta. Dengan MRT, diharapkan dapat memenuhi arus pergerakan penduduk Jakarta sehari-hari karena seluruh jalur kereta yang dibangun tidak bersinggungan langsung dengan jalan raya.  “MRT nya sendiri tuh cepet banget, lebih cepet dari KRL dan MRT ini stabil nggak goyang-goyang. Stasiun MRT juga ada di daerah strategis jadi mau ke mana-mana lebih gampang dan cepet deh,” ucap Wida, mahasiswi PKN STAN.

PT MRT Jakarta melalui media sosial mengajak masyarakat untuk bekerja bersama dalam #UbahJakarta guna membangun budaya-budaya yang positif, seperti budaya antre, mendahulukan masyarakat prioritas, membuang sampah pada tempatnya, serta perilaku positif lainnya untuk Jakarta yang lebih baik.  “ Pakai hastag #UbahJakarta supaya banyak masyarakat yang ikut andil dalam mengubah Jakarta menjadi yang lebih baik “ ungkap Iffah, salah satu petugas MRT di Stasiun Bundaran HI.

Uji coba publik ini berlangsung hingga 24 Maret mendatang. Bagi kalian yang ingin mencobanya, dapat mendaftarkan diri melalui www.ayocobamrtj.com

(Kontributor : Safira Nurdianah R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel