menu melayang

Selasa, 12 Maret 2019

Kemana Larinya Nilai Olympus?



Evolve Contribute Brilliant! Masih ingat dengan kata-kata itu? Ya, apalagi kalau bukan dari acara Olympus.

Olympus adalah salah satu kegiatan di PKN STAN yang menyerupai orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) jurusan di perguruan tinggi lain, ditujukan khusus untuk mahasiswa baru jurusan Perpajakan PKN STAN. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan hal-hal tentang jurusan Perpajakan kepada mahasiswa baru PKN STAN, serta merekatkan kebersamaan antar mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Perpajakan PKN STAN.

Tahun 2018 kemarin, Olympus kembali diadakan untuk ketiga kalinya. Kegiatan yang telah ada sejak tahun 2016 ini rupanya masih belum terselenggara secara maksimal menurut sebagian besar mahasiswa jurusan Perpajakan angkatan tahun 2018. Hal ini bisa dilihat dari pendapat salah seorang mahasiswi Prodip I Pajak, Elmara Putri, yang mengatakan bahwa manajemen waktunya kurang sebab "banyak ngaret”. Tidak hanya itu, nilai akhir yang menjadi salah satu output dari Olympus 2018 juga dipertanyakan hingga saat ini karena panitia juga telah menjanjikannya kepada peserta. Nilai tersebut dikabarkan menjadi salah satu bahan penilaian keaktifan mahasiswa dalam kegiatan non akademik di jurusan Perpajakan. “Kalau bisa diperbaiki, jika dari awal niat pakai sistem penilaian berarti hasilnya jangan terlalu lama. Jadi mahasiswa tahu berapa nilainya, kalau nilai tidak efektif, mungkin bisa dicari sistem penilaian lain untuk tolok ukur keberhasilan program,” komentar Muhammad Donny Dermawan, ketua angkatan Penilai 2018. Komentar lain juga datang dari Septin Ragil mahasiswi Prodip III Pajak 2018 yang menginginkan agar nilai olympus secepatnya dikeluarkan, namun dia memaklumi panitia dengan alasan bahwa mahasiswa jurusan Perpajakan angkatan 2018 cukup banyak, jadi kemungkinan nilai lama dikeluarkan sangat bisa terjadi.

Terkait isu nilai tersebut, panitia telah mengkonfirmasi bahwa nilai Olympus tidak akan dikeluarkan hasilnya, hal ini diperjelas oleh Muhammad Hafiz Irfaan selaku koordinator pelaksana Olympus 2018. “Itu kendala dari panitianya sih. Kemarin, itu juga salah satu hal yang harus diperbaiki buat besok, masalah pendataan sama registrasi. Kan kemarin asistensi sekaligus mengambil tugas dan fungsi penilaian. Jadi mereka yang menilai, merekap, dan merilis. Sudah dikonsolidasikan dengan kabinet yang sekarang (KMP), hasilnya kami sepakat bahwa itu (nilai akhir Olympus) tidak bisa dilaksanakan,” sambungnya.

Hal lain yang menjadi tanda tanya adalah hasil dokumentasi mozaik yang belum juga di publikasi. “Kami ingin lihat, kan waktu buatnya lama dan panas-panasan” ucap Dewi Ningrum dan Intan, mahasiswi Prodip I Pajak 2018. “Rencananya bakal dirilis di coming soon Olympus tahun ini,” pungkas Hafiz terkait pertanyaan mozaik. “Harusnya ada aftermovie kemarin namun ada hambatan lagi dari panitia,” tambahnya. Jika membahas keberhasilan kegiatan ini, Hafiz mengatakan,Harus dilihat dari targetnya. Menurutku 90% sudah tercapai karena targetku semua mahasiswa baru jurusan perpajakan bisa merasakan olympus itu hadir, jadi intinya lebih ke kuantitas.”

Terlepas dari itu semua, peserta tetap menikmati kegiatan. “Sangat senang karena selain bisa bertemu dengan teman-teman baru, berbagi pengalaman, kita juga bisa menyesuaikan diri dengan suasana kampus dan teman-teman Pajak yang lain,” kata Ajeng Utari dan Rita Permatasari mahasiswi D I Pajak 2018. Besar harapan mereka untuk Olympus kedepannya, “Semoga acaranya bisa lebih seru daripada tahun kemarin dan tetap semangat!”

(Kontributor: Zahra A, Ainun M)

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel