menu melayang

Rabu, 15 Januari 2020

#KenaliPilihanmu : Gerakan Uji Eja (GUE)


Keyakinan akan mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi salah satu motivasi Ahmad Fauzi dan Valentinus Ezra Rizky Cakasana maju mencalonkan diri sebagai ketua himpunan dan wakil ketua Korps Mahasiswa Bea Cukai (KMBC) nomor urut dua. Menurut pasangan calon ini, mereka dapat membawa perubahan menuju KMBC yang semakin baik. Selain itu dorongan moral yang disebabkan kondisi dari KMBC, kebutuhan koordinasi antara mahasiswa Reguler dan Alih Program yang kurang, pemetaan bakat minat yang belum merata, serta penyambung lidah diantara mahasiswa jurusan Kepabeanan dan Cukai (Bea Cukai), membuat pasangan calon nomor urut dua ini melalui Gerakan Uji – Eja (GUE) mantap untuk terjun dalam dunia politik kampus, khususnya di jurusan Bea Cukai.

Bersinergi Berbalut Integritas
Program kerja prioritas dari GUE yang pertama adalah menjadikan KMBC bersinergi berbalut integritas, satu rasa KMBC, sinergi satu visi, pengembangan dan budi pekerti. Indonesian Custom Youth Forum menjadi program kerja yang kedua. Forum ini merupakan event nasional yang akan mengkaji isu-isu terkini mengenai bea cukai. Selanjutnya terdapat Supernova, yaitu kegiatan sosial terbesar yang akan dilakukan oleh KMBC, seperti kegiatan pembersihan lingkungan kampus dan lelang barang second hand. “Sebagai mahasiswa ada tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat sehingga kami mengambil pengabdian masyarakat sebagai salah satu program kerja yang akan dilaksanakan” tegas Ahmad Fauzi. Menurut pasangan calon ini, berkualitas atau tidaknya suatu organisasi juga dinilai dari akun media sosialnya. Oleh karena itu, I’M KMBC menjadi program kerja selanjutnya yang dapat digunakan untuk publikasi suatu event, reportase program kerja serta mengakses informasi.

Bonding Kepengurusan KMBC
Hal yang akan dilakukan oleh Ahmad Fauzi dan Valentinus Ezra apabila terpilih menjadi ketua dan wakil KMBC adalah melakukan pembentukan internal pada 100 hari kerja pertama, seperti simplifikasi struktural dan integrasi organisasi internal KMBC. Setelah pembentukan internal, mereka akan membahas dan memulai program kerja yang telah dirumuskan.

Menurut mereka, pendidikan dan bonding dari kepengurusan KMBC sebelumnya sudah menunjukkan hasil yang baik. Namun, kurangnya sinergi antar departemen menjadi kekurangan dalam kepengurusan periode sebelunya, yang akan diperbaiki dalam periode kepengurusan tahun depan apabila mereka menang dalam Pemira nanti. Selain itu, selama ini dalam pelaksanaaan program kerja, hanya departemen yang bertanggungjawablah yang melaksanakan. Hal ini sebenarnya dapat diminimalisasi melalui bonding dan pengarahan di awal kepengurusan.

Keunggulan pasangan calon ini berupa sudah terdapatnya kejelasan bentuk program kerja, sehingga apabila terpilih nanti mereka hanya perlu mengimplementasikan program kerja yang sudah dicanangkan dan menciptakan efisiensi dan efektivitas dengan mempertimbangkan cost and benefit. Selain itu, background dari Ahmad Fauzi dan Valentinus Ezra juga mampu menjadi pertimbangan mahasiswa Bea Cukai untuk memilih mereka dalam Pemira. Ahmad Fauzi menjabat sebagai staff Kementerian Interaksi BEM KM PKN STAN sedangkan Valentinus menjabat sebagai anggota Departemen PSDM KMBC pada periode kepengurusan 2018-2019. Sehingga, mereka telah mengetahui seluk beluk kampus serta internal KMBC.

Harapan mereka terhadap mahasiswa Jurusan Bea Cukai adalah menanamkan identitas Bea Cukai dalam diri setiap mahasiswa, seperti korsa, loyalitas, integritas, dan lain sebagainya. Selain itu, mahasiswa dituntut aktif tidak hanya di internal KMBC tetapi juga aktif koordinasi dengan jurusan lain. “Bukan karena BC kita kontributif, tetapi karena kita kontributif kita BC,” tutup Valentinus.

Kontributor : Adawi, Annisa Salsabila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel