menu melayang

Minggu, 18 September 2022

Pesan Reformasi Pendidikan untuk Generasi Dhinakara

 
Sumber foto: Dokumentasi Media Center saat penutupan Dinamika 2022, Jumat (16/9)


Jumat (16/09), Dinamika 2022 ditutup dengan sambutan Direktur PKN STAN, Kepala BPPK, dan beberapa penampilan. Acara berlangsung di Gedung G, PKN STAN. Bapak Rahmadi MurwantoDirektur PKN STAN memberikan pesan dan harapan yang memotivasi untuk generasi Dhinakara, yaitu menjaga integritas dan tanggung jawab. Beliau menyampaikan bahwa reformasi pendidikan bukan hanya pada akademik, tapi juga menekankan pada karakter kepribadian mahasiswa. Kepribadian ini diusung dalam jargon generasi Dhinakara, yaitu Satya (tanggung jawab), Bhavana (adaptif dan kreatif), dan Parahita (empati dan kebersamaan). Oleh karena itu, upaya mendukung reformasi ini, PKN STAN menyelenggarakan pendidikan wajib asrama.

Acara penutupan diisi beberapa penampilan dari mahasiswa/i. Penampilan tersebut yaitu musikalisasi puisi yang memadukan antara pembacaan puisi yang lantang, alunan suara biola yang lembut, dan ditambah sedikit iringan nyanyian. Ada lagi pertunjukan seni bela diri, yaitu pencak silat dan karate. Di akhir ditutup dengan pemukulan gong oleh Bapak Rahmadi diikuti tepuk tangan meriah dari penonton. Pemukulan gong ini secara simbolis menandakan Dinamika telah dilaksanakan dan berakhir dengan baik. Terakhir, Kepala BPPK, Direktur PKN STAN berserta jajarannya meninggalkan Gedung dan dilanjutkan dengan penampilan yang tidak kalah menarik seperti perkusi, dancevocal group, dan band.

Setelah acara selesai, kami sempat berbincang kepada dua miba untuk menanyakan kesan dan pesan mereka selama mengikuti Dinamika. Nama Mereka adalah Ana dan Ina dari prodi Manajemen Keuangan Negara (MKN) yang berasal dari Papua. Menurut mereka semua hari Dinamika sangat berkesan karena bertemu dengan teman baru, mengenal raka dan rakanita, dan mengenal lingkungan kampus. Mereka juga merasa lelah saat mengerjakan penugasan dan harus bangun subuh. Walaupun demikian, mereka mengatakan bahwa cara tersebut mendorong mereka untuk lebih mandiri dan aktif. 


Reporter: Falufi Hotmaria br. Siagian dan Regita Rindiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel