menu melayang

Jumat, 06 Desember 2019

Debat Publik Akuntansi : Peran HIMAS Masih Bisa Dioptimalkan


Selasa (03/12/2019), telah dilaksanakan Debat Publik melanjutkan Mimbar Bebas Jurusan Akuntansi pada pukul 19.00 sampai 21.30 WIB di Plasma. Acara yang terdiri dari tiga sesi tanya jawab ini merupakan fasilitas yang diberikan Panitia Pemilihan Raya (PPR) kepada para pasangan calon (paslon) untuk memperkenalkan keunggulan maupun keunikan yang dimiliki masing-masing paslon. Dengan paslon nomor urut satu yaitu Bernardus Marcello Agieus – Dimasaka Nur Permono dan nomor urut 2 yaitu M. Reza Aulia – M. Ariq Rafief.

Sesi pertama yang merupakan sesi tanya jawab antara paslon dan panelis, menghadirkan Bapak Andy P. Firmansyah, Ketua Prodi D III Akuntansi dan Rifal Ardiansyah Utomo, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAS) periode 2018/2019 sebagai panelis. Pelaksanaan sesi pertama secara teknis yaitu para paslon diberikan dua buah pertanyaan oleh masing-masing panelis, kemudian dipersilakan untuk menjawab dalam waktu 90 detik dan panelis akan menanggapi jawaban tersebut. Pertanyaan pertama diajukan oleh Pak Andy, menanyakan motivasi masing-masing paslon saat mengajukan diri sebagai ketua dan wakil ketua himpunan.

Menjawab pertanyaan tersebut keduanya sama-sama menyatakan bahwa motivasi mereka berangkat dari keresahan mengenai peran HIMAS yang seharusnya bisa dioptimalkan lagi. Menurut Marcell dari paslon nomor urut satu, masih ada kebutuhan mahasiswa yang diabaikan oleh HIMAS. Berfokus pada akademis, mental health, dan kebanggaan menjadi ‘akunisti’, merupakan pondasi Marimas (Marcell – Dimas) dalam merancang program kerja ke depannya. Di sisi lain, paslon nomor urut dua yang sama-sama merupakan pengurus HIMAS periode 2018/2019, belum merasa cukup atas pencapaiannya sebagai pengurus, menurut mereka seharusnya peran HIMAS masih dapat dimaksimalkan. Melalui program DEKAT (Dengar, Kaji, dan Aktualisasi) sebagai upaya HIMAS untuk mendengar segala aspirasi mahasiswa jurusan Akuntansi.

Selanjutnya, seperti yang diketahui bahwa Jurusan Akuntansi memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di PKN STAN dengan mata kuliah yang dinilai cukup menantang bagi para mahasiwanya serta tingkat mahasiwa drop out yang lebih tinggi dibanding jurusan lain, rupanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa Akuntansi. Yang mana kekhawatiran berlebihan dapat menganggu kesehatan mental, sehingga isu mengenai mental health menjadi concern utama bagi pihak kampus. Terkait isu mental health, para paslon ditanya bagaimana mengatasi isu tersebut.
Marcell dari paslon nomor urut 1 menjawab permasalahan tersebut dengan pemaparan salah satu program unggulan mereka yaitu Sudut Curhat yang akan mewadahi Akunisti agar dapat berkonsultasi mengenai keresahan yang dialami kepada psikolog dan psikiater profesional. Sebab, Marcell merasa belum ada aksi nyata untuk mengatasi permasalahan tentang mental health ini. Dengan adanya Sudut Curhat, Akunisti dapat berkomunikasi langsung sehingga harapannya mahasiswa Akuntansi lebih berani dan percaya diri untuk menyelesaikan masalahnya di dunia nyata, bukan di dunia maya saja.


Namun, paslon nomor urut 2 menentang pernyataan Marcell mengenai tidak adanya aksi nyata yang dilakukan lembaga, Bukan karena tidak ada psikolog, tapi ketika mereka datang ke psikolog justru tekanan yang dialami semakin banyak. Karena stigma masyarakat ketika seseorang datang ke psikolog, dia akan dianggap sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa.” Sehingga untuk mengatasi hal tersebut paslon nomor urut dua memberikan solusi melalui program Ruang Bercerita, yang akan dibungkus dalam media elektronik seperti Podcast maupun akun Instagram. Ruang Bercerita akan memberikan motivasi atau cerita yang disesuaikan dengan melihat tren millenial. Sebab menurut Reza, dalam mengatasi permasalahan mental tidak harus dengan mengundang psikolog atau tenaga profesional melainkan dengan menyediakan ruang untuk bercerita bagi orang-orang yang mengalami pemasalahan mental. Terlepas dari perbedaan program yang ada, kedua paslon mengaku tidak dapat menjamin 100% bahwa program-program tersebut dapat mengurangi tingkat drop out di jurusan Akuntansi, hanya dapat memfasilitasi dan memotivasi saja.

Sesi pertama selesai, Debat Publik kemudian dilanjutkan ke sesi kedua. Pada sesi kedua, masing-masing paslon saling mengajukan pertanyaan terkait visi, misi, serta program kerja yang akan dicanangkan ketika paslon yang bersangkutan terpilih menjadi ketua dan wakil ketua HIMAS periode selanjutnya.

Pertanyaan pertama dilemparkan oleh Marcell ke paslon nomor urut dua, Marcell meminta penjelasan dari salah satu misi Reza – Ariq yaitu menjadikan HIMAS sebagai garda terdepan dalam penjaminan mutu akademik seluruh mahasiswa Akuntansi. “Padahal Akademik sudah dikelola dan ditetapkan oleh pihak lembaga, lalu bagaimana pertanggungjawaban penjaminan mutu akademiknya?” tanya Marcell. Kemudian Reza menjawab maksud sebagai garda terdepan ialah bahwa HIMAS menjadi garda terdepan untuk mahasiswa Akuntansi bertanya serta menerima keresahan-keresahan mengenai akademik Akunisti. Melalui Traning For Trainer, program ini ditujukan untuk melatih para Akunisti yang mempunyai kelebihan pemahaman ilmu dibanding Akunisti lainnya namun belum memiliki kemampuan menyampaikan ilmunya. Sehingga dengan adanya program ini, Reza – Ariq berharap Jurusan Akuntansi mempunyai lebih banyak sumber daya Tentor demi perbaikan akademik ke depannya. Selanjutnya, penjaminan mutu akademik disini maksudnya adalah menjamin bahwa program kerja yang mereka canangkan tersebut dapat membuat mahasiswa Akuntansi merasa aman dengan nilai akademiknya sesuai kapasitas masing-masing mahasiswa.

Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh Reza mengenai pembagian softfile Suplemen (re: buku rangkuman materi Jurusan Akuntansi) secara gratis. Pembagian softfile ini dikhawatirkan akan mempengaruhi penjualan hardfile Suplemen, yang mana penjualan tersebut merupakan salah satu pendapatan bagi HIMAS. Reza juga bertanya apakah nantinya stakeholder penyusun Suplemen akan berpatokan dengan suplemen tahun sebelumnya. Marcell – Dimas menjawab bahwa softfile Suplemen yang akan dibagikan secara gratis adalah Suplemen tahun sebelumnya, sehingga dapat digunakan mahasiswa Akuntansi yang ingin belajar lebih dulu. Marcell merasa pembagian softfile ini tidak akan mempengaruhi penjualan hardfile Suplemen sebab Akunisti sekarang lebih memilih Suplemen HIMAS sebagai sumber belajar yang praktis. Terkait penyusunan Suplemen, akan disusun berpatokan dengan Suplemen tahun sebelumnya dan disesuaikan berdasarkan RPS tiap tahunnya. Hal ini selain bertujuan di bidang peningkatan akademis, juga dalam upaya pemaksimalan anggaran HIMAS untuk memenuhi kesejahteraan mahasiswa Akuntansi, bukan untuk mengadakan acara besar sebagai akibat dari gengsi dengan jurusan lain.

Kemudian, terdapat pertanyaan dari paslon nomor urut satu yang mengkritisi haruskah HIMAS membatasi kepanitiaan yang diikuti anggotanya, mengingat fakta di lapangannya, bahwa beberapa program terbengkalai karena fokus kerja anggota HIMAS terbagi antara tanggung jawabnya di HIMAS dan tanggung jawabnya dalam kepanitiaan yang diikuti. Paslon nomor urut dua ini menjawab dengan mantap bahwa mereka tidak akan membatasi anggota mereka karena mengikuti suatu kegiatan adalah hak pribadi. Dalam visi Reza – Ariq yang berpijak pada profesionalitas, mereka akan berusaha meningkatkan kesadaran para anggotanya atas tanggung jawab mereka di HIMAS.

Beranjak ke sesi terakhir, di mana audiens dapat mengajukan pertanyaan kepada para paslon. Kedua paslon ditanya apakah berani untuk menghapuskan program HIMAS yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta outcome yang sama dengan program di Badan Kelengkapan Keluarga Mahasiswa (BK KM) PKN STAN lainnya. Marcell menjawab dengan yakin akan memaksimalkan program-program HIMAS untuk kepentingan mahasiswa Akuntansi, terlepas apakah program tersebut merupakan program tradisi Akuntansi. Paslon nomor urut satu akan menghapuskan program yang dinilai memiliki tupoksi maupun outcome yang sama dengan BK KM PKN STAN lainnya. Dimas tidak ingin adanya pemborosan anggaran HIMAS. Selaras dengan paslon nomor urut satu, Reza – Ariq melalui program DEKAT yang mereka canangkan akan lebih mendengarkan suara mahasiswa Akuntansi terkait program-program kerja HIMAS yang dilaksanakan, apakah benar-benar diperlukan atau tidak.

Mengakhiri rangkaian acara, debat publik ditutup dengan closing statement dari masing-masing paslon. “Di sini kami ingin bilang bahwa kami tidak pandai merangkai sebuah kata atau memberikan janji manis kepada kalian karena dalam proker kita bukan hanya sebuah ide namun direalisasikan menjadi suatu kegiatan nantinya. Selain itu saya mengajak kalian untuk terus peduli kepada sesama sehingga saling mengikat Akuntasi sebagai HIMAS yang satu dan dapat menghasilkan output yaitu bangga terhadap Akuntansi. Lalu, pastinya masih banyak pertanyaan-pertanyaan dari kalian, maka dari itu mari sama-sama berdiskusi. Demikian, kami Marcell dan Dimas dari #MonggoMarimas mohon doa restu dan dukungannya untuk memilih kami di tanggal 11 Desember nanti.tutup paslon nomor urut satu.

“Yang saya ingin tekankan adalah kami sejauh ini hanya bisa menawarkan ide, ketika kalian menanyakan realisasinya, tanyakan itu kepada diri kalian sendiri apakah ingin berubah dan apakah ingin jurusan agar lebih baik lagi. Karena sejatinya, eksistensi pemuda adalah punya pergerakan. Silahkan melakukan pergerakan di zona nyaman masing-masing baik aktivis kampus maupun pejuang terhadap akademiknya sendiri. Setiap orang punya jalan untuk berkontribusi. Terlepas dari siapapun yang terpilih nantinya, kami akan terus berusaha sebaik mungkin untuk jurusan Akuntansi, kami akan terus berkontribusi dan berdedikasi penuh untuk jurusan Akuntansi. Kami ingin menekankan lagi bahwa banyak ide yang muncul malam ini, remember the idea not the man, karena setiap harapan punya cerita. Untuk kamu, aku, dan kita. #DuaBercerita.” tambah paslon nomor dua.


Kontributor : Agustina Anggie, Mutia Atikah, Gilar Angga Yudatama

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel