menu melayang

Selasa, 20 April 2021

SPMB 2021: Krisis SDM dan Eksistensi Elemen Kampus

Sumber : Freepik













Pada 9 April 2021, PKN STAN secara resmi membuka kembali rekrutmen calon mahasiswa baru melalui Pengumuman Direktur Nomor PENG-40/PKN/2021 Tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru 2021, setelah rekruitmen ditiadakan pada 2020 lalu. Hal ini sempat menimbulkan kehebohan sekaligus kecemasan, bukan saja karena menghilangnya jurusan lama yang digantikan dengan jurusan baru, tetapi juga karena sedikitnya kuota calon mahasiswa yang akan diterima. Hal ini tentu menjadi sorotan baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas, mengingat PKN STAN biasanya menerima ribuan mahasiswa hampir tiap tahunnya. Jika melihat kembali jumlah pendaftar tahun-tahun sebelumnya, persentase lolos akan semakin kecil sehingga menimbulkan rasa khawatir bagi calon pendaftar kampus Ali Wardhana ini.

Rasa khawatir tidak hanya dirasakan oleh calon mahasiswa tapi juga dirasakan oleh pengurus unit kegiatan mahasiswa (UKM) saat ini. Ada kurang lebih 50 UKM di PKN STAN. Asumsikan 275 peserta didik baru akan aktif dalam UKM. Maka tiap UKM hanya memiliki rata-rata 6 orang anggota. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan sebab penerimaan riil seringkali berada di bawah rencana, ditambah lagi sebagian besar UKM saat ini diurus sepenuhnya oleh mahasiswa tingkat 2. Dengan ini, tiap-tiap UKM harus memutar otak dan merencanakan langkah ke depan untuk tetap eksis dan program kerja bisa berjalan dengan baik.

Dalam mengantisipasi Krisis SDM, ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan. Surono, ketua umum Media Center PKN STAN, memiliki beberapa opsi seperti memperluas penjaringan kader hingga menyasar mahasiswa alih program serta merancang struktur kepengurusan yang lebih ramping untuk menyesuaikan kuantitas sumber daya demi keberlangsungan organisasi. Di sisi lain, Bayuan sebagai ketua RadioBlast PKN STAN, berupaya untuk aktif di media sosial yang ada seperti Line, Twitter, Instagram, dan Spotify sebagai media guna menggaet minat mahasiswa untuk bergabung.

“Kalo misalkan upaya buat merampingkan belum ada sih sampe saat ini, karena ini harus diomongin sama alumni & anggota aktif RadioBlast PKN STAN. Tapi kalau misalkan keadaan bener bener memaksa buat harus ngerampingin organisasi, gua pribadi maunya ada beberapa divisi yang digabung, jadi di RadioBlast PKN STAN itu ada BPH dan 5 Divisi (Announcer, Producer, Operator, Web & Design, dan Public Relations). Kalo misalkan dirampingin, gua maunya Announcer dan Operator digabung jadi satu divisi. Web & Design sama Public Relations digabung jadi satu divisi juga. Terakhir BPH digabung sama Producer jadi satu divisi. Jadi ada BPH dan 2 Divisi aja” ungkap Bayuan mengenai pandangannya tentang kemungkinan adanya perampingan struktur organisasi dalam RadioBlast PKN STAN.

Dalam menanggulangi masalah krisis SDM yang akan datang, usaha dari tiap-tiap UKM saja tidaklah cukup. Maka dari itu diharapkan nantinya mahasiswa baru dapat aktif untuk ikut mempertahankan UKM. Selain itu kerja sama antar UKM sangat dibutuhkan, sehingga krisis ini tidak menimbulkan persaingan atau bahkan konflik melainkan memunculkan rasa solidaritas agar dapat saling membantu mempertahankan eksistensi.

“Dan mahasiswa baru, kalian kan nantinya bakal jadi satu dalam asrama, aku pengen kalian aktiflah organisasi karena tentu dalam satu asrama koordinasi antar mahasiswa jauh lebih enak dalam berorganisasi. Selain itu, lewat organisasi ini, kita bisa ramaikan event-event di PKN STAN, biar kuliah nggak hanya seputar belajar dan ujian.” ujar Surono, ketua umum Media Center PKN STAN, sebagai penutup. Sedangkan Bayuan sebagai ketua dari elkam RadioBlast PKN STAN juga berharap semoga elkam bisa mencari jalan dari permasalahan SDM ini dengan bantuan BEM sebagai koordinator dan komunikasi antar-Elkam. Ia berpendapat bahwa beberapa UKM bisa berbagi anggota atau melebur agar masalah SDM ini bisa ditangani.

Kontributor : Mega dan Naufal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top

Cari Artikel